Susun Menu dan Nilai Gizi

Tanya:
Halo mbak Ayu,
Saya mau tanya? Saya punya adik usianya 8 tahun, dengan tinggi badan 120cm dan berat badan 17 kg. Lalu, kalau makan porsinya tidak terlalu besar, hanya 2x sehari, dan suka sekali dengan ikan laut. Namun, ia mempunyai alergi terhadap udang dan kepiting.

Mbak, saya minta tolong disusunkan menu untuk adik saya.
Lalu, bagaimana menghitung nilai gizi yang terkandung dalam makanan (untuk orang awam seperti saya, tolong diberikan cara mudahnya saja).

Demikian pertanyaan dari saya dan terima kasih atas jawaban yang diberikan.


Jawaban:
Halo mas Arief,
Ini baru contoh kakak yang care sama adik, dua jempol untuk Anda!
Status Gizi adik mas Arief normal, berat badannya juga ideal sesuai dengan proporsi tubuhnya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan  :)

  1. Masalah makan hanya dua kali sehari sebenarnya tidak apa-apa mas, tambahkan saja makanan selingan/snack  di sela-sela jam makannya.  Tapi, kalau mau diubah pola makannya supaya teratur 3 kali,  akan lebih baik lagi. Sebaiknya adiknya harus diberi pengertian, misalnya kita ngomong : "dek, kalau malam/sore harus makan makan ya, supaya perutnya nggak sakit, supaya dedek sehat kuat kayak spiderman, makannya harus 3 kali ya." Lalu, porsi makannya dikurangi dari porsi yang biasa dia santap selama ini dan terapkan disiplin jam makan (3 kali sehari). Insyaallah hal-hal tersebut dapat mengubah pola kebiasaannya. Namun, tolong diingat, orangtua atau orang di sekelilingnya adalah role model bagi seorang anak kecil. Bagaimana dia dengan mudah mengubah pola makannya teratur 3 kali, jika dalam suatu keluarga jarang memberikan contoh padanya dengan tidak pernah duduk bersama di setiap waktu jam makan. Sempatkanlah di kala libur untuk selalu makan bersama.
  2. Ikan laut sangat baik dikonsumsi, karena baik untuk kecerdasan otaknya dan tidak membuat gemuk lho. Namun, mengenai alergi udang dan kepiting, selama hal itu menjadi masalah bagi adik Anda, misalnya timbulnya bisul-bisul, gatal, panas, dll sebaiknya dihindari dulu. Mudah-mudahan seiring pertambahan usianya dan semakin meningkat daya imun tubuhnya maka alerginya juga akan berkurang.
  3. Cara menghitung nilai gizi makanan, seorang ahli gizi punya kitab suci yang kita sebut dengan DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan), bahkan kita punya softwarenya. Tetapi di toko buku saya lihat sudah ada, kalau tidak salah judulnya nilai gizi pangan.
    Ini cara menghitungnya per 100 gram bahan makanan.

Misal:

MENU AYAM GORENG :


Karbohidrat (g)

Energi (Kkal)

Protein (g)

Lemak (g)

100 g ayam

302

18,2

25

0

20 g minyak kelapa

180,4

0

20

0

Total kandungan gizi

182,4

18,2

45

0

20 g minyak itu adalah  minyak yang diserap ayam pada saat di goreng. Jadi, bukan jumlah minyak  yang digunakan untuk menggoreng.Hal ini memang harus menggunakan teori gizi dan pengalaman. Kalau hobi masak, coba deh, timbang 100 g minyak kelapa sawit. Kemudian, goreng sepotong tempe dengan berat 50 g. Setelah matang, angkat tempenya, lalu timbang lagi sisa minyak bekas goreng tempe misalnya tinggal 85 gram. Berarti, minyak yang diserap tempe sebanyak 15 gram. Nah, 15 gram itu yang dihitung nilai gizinya. Relatif mudah kan? ^^

Ok deh, semoga bermanfaat ya Mas Arief

Thx
Feby