Makanan dan Alergy

Email Cetak PDF

T: Halo Mbak Feby

Mbak saya mau bertanya tentang masalah alergi.
Anak saya alergi ikan. Pertama,  saya memberinya ikan salmon, kemudian bentol-bentol di pahanya. Alerginya baru hilangs etelah tiga hari. Awalnya sih hanya sedikit bentol-bentolnya, namun saya sempat memberinya lagi, bentolnya semakin banyak sampai ke tangan juga, akhirnya saya berhentikan.

Kemudian, saya mencoba ikan air tawar, mungkin alerginya tidak separah ikan laut.Tetap saja alergi, namun tidak separah ikan laut. Lalu, saya memberinya ikan laut lagi. Alerginya muncul sedikit dan pada hari kedua sudah sembuh.

Saya coba ikan air tawar lagi, malah tambah parah. Saya bingung mbak, kira-kira anak saya alergi protein ikan yang mana? Kasihan anak saya, tiap hari makan daging terus.
Katanya, ikan lebih bagus, tapi anak saya alergi.

Mbak, yang mau saya tanyakan, ada nggak solusi makanan selain daging, tahu, tempe, dan sayuran yang bergizi dan tidak menyebabkan alergi? Saya juga pernah memberinya belut ternyata alergi juga.

Thanks
Desy

J: Dear Mbak Desy,
Sebaiknya, untuk anak yang alergi, makanan-makanan pencetus alergi diberikan di atas usia satu tahun, khususnya untuk telur dan ikan laut (seafood) diberikan paling akhir. Pada umumnya, anak semakin bertambah usianya, daya imun (kekebalan) tubuhnya semakin baik. Bayi (<1 th) memang lebih rentan alergi. Jadi, sebaiknya kita hindari dulu makanan pencetus alerginya.
Untuk ikan, coba berikan ikan lele, mas, dan gabus. Tetapi, kalau masih menyebabkan alergi hindari dulu sampai dia berusia satu tahun, baru dicoba lagi. 
Kalau memang sangat bermasalah, sebaiknya mbak Desy konsultasi ke dokter spesialis anak/kulit.
Berikut ini sekilas tentang alergi, semoga bermanfaat ya! Save

ALERGI
Alergi terjadi karena system kekebalan tubuh penderita bekerja agak menyimpang. Harusnya antibody melindungi tubuh dari zat berbahaya (seperti bakteri, virus dan racun), tetapi pada penderita alergi justru bereaksi terhadap zat yang sebenarnya tak berbahaya. Jadi, ketika terkena allergen (zat pencetus alergi) yang bagi orang lain tak menimbulkan reaksi apa-apa, namun pada penderita alergi justru memberi reaksi berlebihan. Alergi bisa menyerang semua bagian tubuh, mulai ujung rambut hingga ujung kaki.
Penyebab alergi dikarenakan adanya faktor genetika alias bersifat keturunan. Jika hanya salah satu orang tua yang menderita alergi, maka anak berpotensi menderita alergi sekitar 15-30%. Persentase semakin meningkat, yaitu 50-75% jika kedua orang tua sama-sama menderita alergi.
Pengobatan alergi dengan menggunakan obat-obatan seperti anti histamine dan kortikosteroid dapat mengurangi gejala, meskipun hanya sementara. Pemberian obat terus-terusan tidak diajurkan. Yang terbaik adalah mencegah munculnya gejala alergi. Pertolongan pertama pada anak alergi yaitu hindarkan anak dari alergen (pencetus alergi).